Biarkan aku di sini untukmu
Aku hanya ingin menghibur malam ini
Malam yg pasti menyenangkan untukmu
Dan tentu untukku
Biarkan di sini aku bernyanyi
Hanya untukku dan untuk menghibur kamu
Dan aku yakin senyummu tulus dan jujur
Hanya untukku
Perempuanku engkau cintaku
Tak mungkin bisa bila aku jauh darimu
Bisa bila ku pasti sedih
Ku cinta engkau
Cinta pada perempuanku
Semakin lama semakin ku tahu
Maksud hati tak hanya mencintaimu
Ku ingin habiskan hidupku
Hanya untukmu
Ku cinta engkau perempuanku
Perempuanku…
Wednesday, 28 February 2007
aKu pENciNtaMu-fEliX
Aku masih di sini kekasih
Telah lama ku simpan segalanya
Janji yang tak pernah kau tunaikan
Tapi aku masih setia menanti
Cinta ku masih lagi di sini
Masih berbunga menantikanmu
Walaupun harumnya hampir hilang
Tapi ku tetap pencinta yang setia
Dan Aku masih lagi di sini sayang
Masih setia menanti dirimu
Kerna kita pernah sayang menyayang
Ku harap cinta mu tak akan pudar
Dan ku masih menanti dirimu
Masih segar menanti segalanya
Jangan kau ucapkan selamat tinggal
Akan hancur hati ku kerna kamu
Aku masih di sini sayangku
Walaupun kau hilang kian lama
Telah cintaku jadi begini
Betapa aku pencinta yang setia
Dengarkan kasih
Lagu ku iniKerna dirikuPencintamu
Telah lama ku simpan segalanya
Janji yang tak pernah kau tunaikan
Tapi aku masih setia menanti
Cinta ku masih lagi di sini
Masih berbunga menantikanmu
Walaupun harumnya hampir hilang
Tapi ku tetap pencinta yang setia
Dan Aku masih lagi di sini sayang
Masih setia menanti dirimu
Kerna kita pernah sayang menyayang
Ku harap cinta mu tak akan pudar
Dan ku masih menanti dirimu
Masih segar menanti segalanya
Jangan kau ucapkan selamat tinggal
Akan hancur hati ku kerna kamu
Aku masih di sini sayangku
Walaupun kau hilang kian lama
Telah cintaku jadi begini
Betapa aku pencinta yang setia
Dengarkan kasih
Lagu ku iniKerna dirikuPencintamu
ciNtA sEorAng tEmAn-bOb
Dulu engkau kenali
Tak pernah ku sedar
Dari mata yang memandang penuh pengertian
Tapi saat itu telah berubah
Di persimpang usia
Antara kita tak mampu lagi
Berselindung dengan alasan
Telah ku cantumkan
Semua impian bersama
Dalam jalinan yang kita bina berdua
Namun apakah erti bila
Keinginan terlanjur
Lalu menganggu kala dirimu
Selalu ada disisi
Duhai teman
Bisakah kau fahami sandiwara ini
Sejak bila berputiknya cinta kita
Menjadi rahsia yang tersimpan
Mewujudkan kenyataan
Ku tak sanggup kehilanganmu
Telah ku cantumkan
Semua impian bersama
Dari mata yg penuh pengertian
Namun apakah erti bila
Keinginan telah terlanjur
Lalu menganggu sanubariku
Ku cuba bayangkan waktu dulu
Gurau senda serta pujukan mu
Puisi indah menyatakan kata rinduku
Masa yang lalu meragui
Seluruh harapan muncul kini
Mengapa dan bertanya di mana kesudahan kita
Duhai teman
Bisakah kau fahami sandiwara ini
Sejak bila berputiknya cinta kita
Menjadi rahsia yang tersimpan
Mewujudkan kenyataan
Ku tak sanggup kehilanganmu
Tak pernah ku sedar
Dari mata yang memandang penuh pengertian
Tapi saat itu telah berubah
Di persimpang usia
Antara kita tak mampu lagi
Berselindung dengan alasan
Telah ku cantumkan
Semua impian bersama
Dalam jalinan yang kita bina berdua
Namun apakah erti bila
Keinginan terlanjur
Lalu menganggu kala dirimu
Selalu ada disisi
Duhai teman
Bisakah kau fahami sandiwara ini
Sejak bila berputiknya cinta kita
Menjadi rahsia yang tersimpan
Mewujudkan kenyataan
Ku tak sanggup kehilanganmu
Telah ku cantumkan
Semua impian bersama
Dari mata yg penuh pengertian
Namun apakah erti bila
Keinginan telah terlanjur
Lalu menganggu sanubariku
Ku cuba bayangkan waktu dulu
Gurau senda serta pujukan mu
Puisi indah menyatakan kata rinduku
Masa yang lalu meragui
Seluruh harapan muncul kini
Mengapa dan bertanya di mana kesudahan kita
Duhai teman
Bisakah kau fahami sandiwara ini
Sejak bila berputiknya cinta kita
Menjadi rahsia yang tersimpan
Mewujudkan kenyataan
Ku tak sanggup kehilanganmu
kArEnA wAniTa iNgiN D mEngErTi-aDaBaNd
Kau indah hadirkan pesona
Kemuliaan bagi yang memandang
Setiamu simbol keanggunan
Dan perawan yang kau miliki
Akulah pengagum ragamu
Tak ingin ku menyakitimu
Lindungi dari sengat dunia yang mengancam
Nodai...Sucinya lahirmu
Karena wanita ingin dimengerti
Lewat tutur lembut dan laku agung
Karena wanita ingin dimengerti
Manjakan dia...dengan kasih sayang
Ingin kuajak engkau menari
Bermandi hangat cahaya bulan
Sebagai tanda kebahagiaan
Dari semesta...Cinta kita
Bintang Terang itulah dirimu
Janganlah redup dan mati
Aku dibelakangmu memelukDan...menjagamu
Kemuliaan bagi yang memandang
Setiamu simbol keanggunan
Dan perawan yang kau miliki
Akulah pengagum ragamu
Tak ingin ku menyakitimu
Lindungi dari sengat dunia yang mengancam
Nodai...Sucinya lahirmu
Karena wanita ingin dimengerti
Lewat tutur lembut dan laku agung
Karena wanita ingin dimengerti
Manjakan dia...dengan kasih sayang
Ingin kuajak engkau menari
Bermandi hangat cahaya bulan
Sebagai tanda kebahagiaan
Dari semesta...Cinta kita
Bintang Terang itulah dirimu
Janganlah redup dan mati
Aku dibelakangmu memelukDan...menjagamu
kiAn-mAWi
Kian jauh
Kian hilang
Kasih antara kita
Nampak tenang
Pada zahir
Tapi batin terseksa
Yang terguris tak nampak di mata
Yang terhiris terluka
Sesekali terbit airmata
Tahan sebak di dada
Ke manakah ... nak dibawa
Resah kian melanda
Di manakah
Hendak kukhabar
Pilu di dalam dada
Bila kasih di hujungnya nyawa
Rasa ingin dimanja
Perasaan pun kian tersentuh
Bila rindu ini berlabuh
Apakah yang dikejar dalam hidupmu
Berkali kukata padamu
Kita singgah ... di dunia ... yang sementara
Penuh tipu daya
Yang kekal
Akhirat
Biarlah ... kita bersama
Usahlah
Hanyut terus terlena
Kerana dunia
Pada aku masih ada
Kasih belum terhakis
Sebenarnya ... sudah lama
Ku sungguh berkecil hati
Kian hilang
Kasih antara kita
Nampak tenang
Pada zahir
Tapi batin terseksa
Yang terguris tak nampak di mata
Yang terhiris terluka
Sesekali terbit airmata
Tahan sebak di dada
Ke manakah ... nak dibawa
Resah kian melanda
Di manakah
Hendak kukhabar
Pilu di dalam dada
Bila kasih di hujungnya nyawa
Rasa ingin dimanja
Perasaan pun kian tersentuh
Bila rindu ini berlabuh
Apakah yang dikejar dalam hidupmu
Berkali kukata padamu
Kita singgah ... di dunia ... yang sementara
Penuh tipu daya
Yang kekal
Akhirat
Biarlah ... kita bersama
Usahlah
Hanyut terus terlena
Kerana dunia
Pada aku masih ada
Kasih belum terhakis
Sebenarnya ... sudah lama
Ku sungguh berkecil hati
Thursday, 22 February 2007
DUNIA KINI DI PENGAKHIRAN
Dunia kini diusia senja
Setahun dirasakan seperti sebulan
Sebulan dirasakan seperti seminggu
Seminggu dirasakan seperti sehari
Sehari dirasakan seperti satu jam
Satu jam dirasakan seperti satu petikan api
Benarlah dunia kini dipengakhiran
Hari ini
Ramai manusia tutup kedua dua mata
Maksiat jadi perkara biasa
Al Quran jadi hiasan semata
Sunnah nabi kian dilupa
Benarlah..dunia kini dipengakhiran
Peringatan buat diri dan untuk semua
Kita bertanggungjawab mengubahnya
Dengan kudrat yang ada
Jangan kita berputus asa
Ayuh bangkitlah umat yang dijanjikan
Dengan JANJI YANG PASTI
ALLAHU AKBAR!
Setahun dirasakan seperti sebulan
Sebulan dirasakan seperti seminggu
Seminggu dirasakan seperti sehari
Sehari dirasakan seperti satu jam
Satu jam dirasakan seperti satu petikan api
Benarlah dunia kini dipengakhiran
Hari ini
Ramai manusia tutup kedua dua mata
Maksiat jadi perkara biasa
Al Quran jadi hiasan semata
Sunnah nabi kian dilupa
Benarlah..dunia kini dipengakhiran
Peringatan buat diri dan untuk semua
Kita bertanggungjawab mengubahnya
Dengan kudrat yang ada
Jangan kita berputus asa
Ayuh bangkitlah umat yang dijanjikan
Dengan JANJI YANG PASTI
ALLAHU AKBAR!
Wednesday, 21 February 2007
kEdaH pEacE
yakinkanlah diri sendiri,
berjuanglah sejiwa murni,
teguh berani sesungguh hati,
demi sukan mengharum negeri....
biar jasad jadi kenangan,
hijau kuning lambang kemegahan,
jelapang padi tempat sanjungan,
NEGERI KEDAH DARUL AMAN...
kedah kedah pantang kalah,
walau sakit jatuh dan rebah,
bangun lantas semula gagah,
mujur lalu melintang patah...
hijau kuning tanahku,
darul aman neeriku,hijau kuninf darahku,
NEGERI KEDAH nageriku.....
KEDAH DARUL PEACE
berjuanglah sejiwa murni,
teguh berani sesungguh hati,
demi sukan mengharum negeri....
biar jasad jadi kenangan,
hijau kuning lambang kemegahan,
jelapang padi tempat sanjungan,
NEGERI KEDAH DARUL AMAN...
kedah kedah pantang kalah,
walau sakit jatuh dan rebah,
bangun lantas semula gagah,
mujur lalu melintang patah...
hijau kuning tanahku,
darul aman neeriku,hijau kuninf darahku,
NEGERI KEDAH nageriku.....
KEDAH DARUL PEACE
Subscribe to:
Posts (Atom)